KENDAL – Sebanyak 16 purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tergabung dalam Rumah Migran Kendal (RMK) mengikuti pelatihan Saving Game di Ballroom Bank Nusamba Jatengdiy, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan pengelolaan keuangan yang efektif agar penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat dimanfaatkan secara optimal dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Bank Nusamba Jatengdiy dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi purna pekerja migran. Melalui metode pembelajaran interaktif, peserta diajak memahami pentingnya perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan, serta pengambilan keputusan finansial yang tepat untuk kebutuhan keluarga maupun pengembangan usaha.
Koordinator UMKM Community Center Bank Nusamba Jatengdiy, M. Irhamni Sabil, menyampaikan bahwa kemampuan mengelola keuangan menjadi faktor penting agar hasil kerja keras para pekerja migran dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“Menjadi pekerja migran tentu memberikan peluang untuk memperoleh pendapatan yang relatif lebih besar. Namun, agar hasil tersebut bisa berkembang, para purna pekerja migran perlu memiliki keterampilan dalam tata kelola keuangan. Melalui metode game ini, kita belajar bersama bagaimana mengelola keuangan secara ideal,” ujar Irhamni saat membuka kegiatan.
Sementara itu, Ketua Rumah Migran Kendal, Muh. Jumi'at, menjelaskan bahwa keputusan seseorang untuk bekerja ke luar negeri umumnya dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, ia berharap pelatihan ini dapat membantu para purna pekerja migran mengelola penghasilan secara lebih produktif sehingga mampu membangun kemandirian ekonomi di daerah asal.
“Bekerja ke luar negeri tentu bukan pilihan utama, karena pada dasarnya semua orang ingin memperoleh penghasilan yang layak sambil tetap membersamai keluarga di Indonesia. Melalui pelatihan ini, penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri diharapkan dapat dikelola dengan baik dan dikembangkan di daerah asal, sehingga mereka tidak harus kembali bekerja ke luar negeri,” ungkap Jumi'at.
Pelatihan Saving Game ini menghadirkan Sovil Mubarok, trainer tersertifikasi Saving Game dari German Sparkassenstiftung. Dalam sesi pelatihan, peserta mengikuti simulasi yang dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai perencanaan keuangan, pengaturan pengeluaran, penentuan prioritas kebutuhan, serta pengelolaan keuangan keluarga dan usaha.
Melalui kegiatan ini, Bank Nusamba Jatengdiy berharap para purna pekerja migran dapat semakin cakap dalam mengelola keuangan, memanfaatkan pendapatan secara produktif, serta mengembangkan peluang usaha yang berkelanjutan. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi keluarga sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kendal.
(SAB)






